Minggu, 11 Januari 2009

PERANG CERDAS MODAL HAMAS


Hari sabath (sabtu), hari yang dikuduskan kaum Yahudi diingkari sendiri oleh tentara Israel. Di hari larangan membunuh, bepergian, dan berdagang itu, pasukan darat negeri zionis resmi menyerang Gaza, Palestina. Mereka disambut meriah dengan rudal-rudal jarak dekat pejuang Hamas (Haraqah Al Muqawamah Al Islamiyah, Gerakan Perlawanan Islam).

Pemimpin Hamasa Khalid Misyal dari pos komandonya di Syiria sudah memerintahkan setiap pejuang Hamas melawan Khalid menjanjikan neraka bagi setiap tentara Israel yang menginjak tanah Gaza. Mengapa Hamas begitu berani?

Padahal, dari hitung-hitungan matematika pertahanan, kekuatan dua masukan sangat timpang. Bagai bumi dan langit. Isrel Defence Forces (IDF, angkatan bersenjata Israel) setidaknya berkekuatan 176 ribu infanteri bersenjata lengkap. IDF juga mendapat dukungan serangan udara dari 296 helikopter serbu, dan 875 jet tempur berkecepatan supersonik. Juga, 2800 tank dan 1800 senjata aritileri (meriam, rudal, peluncur roket) yang semuanya on load (siap digunakan).

sebaliknya, Hamas hanya berkekuatan maksimal 20.000 pejuang. Tanpa pesawat tempur, jet, atau helikopter patroli satu pun. Mereka hanya memakai roket al Banna dan Al Yaasin, modifikasi rudal PG-2 Rusia yang mampu menghancurkan tank Merkava dalam radius 500 meter.Roket lainnya, yang juga hasil modifikasi, maksimal hanya bisa meluncur 55 kilometer. Itu hanya cukup sampai kota Sderoth, yang bukan jantung komando Israel.
Untuk pertahanan anti serangan udara, mereka mengandalkan rudal Rayyan, modifikasi dari rudal SA-7 Rusia yang dulu digunakan Hizbullah (Lebanon) untuk merontokkan helikopter dan UAV Israel.

Tak Percaya Statistik
Tapi, Hamas memang tak pernah percaya statistik. Apalagi cuma di ataskertas. Buktinya, sejak didirikan Syekh ahmad Yasin pada 14 Desember 1987, Hamasa terus membesar.
Untuk melawan Israel, Hamas membentuk sayap militer Brigae Izzudin al qassam. Anggotanya harus melalui seleksi superketat. Mereka diambil dari pemuda-pemuda yang lulus ujian akhlak dan keimanan.

Para recruiter Al Qassam, misalnya, akan mencari calon pejuang dari jamaah salat subuh di masjid-masjid Gaza dan seluruh kawasan tepi Barat. Pemuda yang tak pernah ketinggalan salat Subuh berjamaah adalah bibit terbaik prajurit hamas. Jadi, pemuda Palestina yang suka merokok, apalagi bau minuman keras, jangan harap bisa diterima sebagai personel Al Qassam.

Prajurit khas dan bebas makiat memang jadi modal uatama. Sebab, Hamas yakin kemenangan tak semata-mata hitungan senjata, tap juga faktor "langit". Mereka percaya dengan perlingdungan malaikat yang sudah tahu siapa yang bakal unggul. Seperti saat 300 prajurit Nabi Muhammad sukses melawan 1.300 musuh dalam Perang Badar (2 Hijriah).
Sikap itu buah didikan Ikhwanul Muslimin (IM) yang didirikan Hasan Al Bana di Mesir pada 1948. syekh Yasin adalah kader IM sejak dipenjara karena ceramahnya pada 1865. Di penjara, putra Palestina asli kelahiran Desa Jaurah, 20 kilometer utara Gaza1936 itu, bergabung dengan cabang IM Palestina yang berdiri pada 1935. Yasin syahid diterjang rudal sirel pada subuh, 22 Maret 2004.

Maka, pola latihan Al Qassam juga pengembangan dari Nizham Khash (Biro Khusus) IM yang dibentuk di Kairo, Mesir, 1940. Pada perang arab-Israel pertama 1948, Nizham mengirim 3.000 prajuritnya melawan Israel. Nizham juga berperan dalam perang Terusan melawan Inggris, 1951. Dalam aktivitas keseharian, Nizham memakai sel tertutup. satu anggota tak mengenal anggota lain, kecuali dalam satu usroh (grup) yang terdiri atas tujuh samapai 10 orang.
Dalam kitab At Tarbiyah As Siyasiyah "inda Jamaah Al Ikhwan al Muslimin karangan Utsman Abdul Mu;izz Ruslan (diterjemahkan Era Intermedia, Solo, 2000) halaman 575-583, latihan Nizham dijabarkan dengan deail. Di antaranya, mereka mempelajari bela diri, senjata apai, perang gerilya, bom dan bahan peledak, topografi, menyelam, serta infiltrasi (penyusupan) militer.

Mereka juga ahli ilmi sandi, terlatih memublikasikan selebaran (propaganda) dan punya data semua institusi Yahudi di Mesir dan Timur Tengah. selain itu, anggota Nizham mempelajari tafsir Alquran, menghafal 40 hadis Imam Nawawi, berpuasa sunnah, dan disiplin membaca minimal 1 juz per hari.

sistem Nizham ditiru Al Qassam. Bekal mental penting karena tiap hari mereka diburu pasukan khusu Isrel, syarekat Matkal. Tapi, kematian memang jadi slogan impian tiap anggota Hamas (as syahid asma' amanina). Yang sudah meraihnya akan di upload di situs resmi www.alqassam.ps.

Selain operasi militer, Hamas berhadapan dengan agen intelijen terhebat sedunia HaMossad leModi'in uleTafkidim Meyuhadim (Mossad). Guru M15 Inggris dan CIA itu amat piawai rupa. Seorang agen Mossad bisa tampil berusrban dan berjenggot laksana Syeikh, tapi berceamah tentang hidup damai bersama Israel.
Agen Mossad juga bisa tampil parlente layaknya Bernard Madoff, konglomerat perayu kelas kakap yang sukses menciptakan krisis finansial dunia. Senyum manis ditambah taburan dolar bisa membuat politisi parlemen dan berbagai fraksi politik lain di Palestina pecah belah teradu domba.

Untuk melawan MOssad, hamas mengandakan dukungan total dari rakyat Palestina. Hamas memang tinggal bersama mereka. Hamas membantu rakyat saat krisi pangan, menjadi guru madrasah anak-anak mereka, dan membangun terowongan jalur penyelundupan bawah tanah Rafah (Mesir)-Gaza agar bayi-bayi Palestina punya susu untuk diminum. Hamas juga santun kepada 3000 warga kristiani di Gaza. Tak heran, dalam pemilu pada 25 Januari 2006, Hamas meraup suara terbanyak.

Mereka juga punya koneksi gerakan di luar negeri yang solid. Ulama Hamas Dr Nawwaf Takruri, dosen Universitas An-Najah Nablus, bahkan pernah berceramah di Masjid as Syukur 200 meter sebelah selatan kantor Graha Pena, Jawa Pos, Jakarta pada NOvember 2007. Dalam perang kali ini mereka juga dibantu fraksi jihad lain di Gaza.

Karena itu, banyak pengemat militer menilai agresi ini bakal sambung menyambung sepanjang 2009. sebab, kader-kader mengerek bendera putih. Mereka yang hanya punya batu akan terus melempar, roket akan terus diluncurkan, dan senjata-senajata selundupan sudah terkokang.

Mereka yang tak bisa datang ke medan perang, akan menyumbang harta, tulisan propaganda, dan doa-doa sepanjang malam. PM Israel Ehud Olmert, Menhan Ehud Barak dan Menlu Tzipi Livni, tampaknya bakal gigit jari lagi.

*Ridlwan, wartawan Jawa Pos di Jakarta
(email:ridlwan@jawapos.co.id)

1 komentar: