Selasa, 17 Februari 2009

Kumpulan Artikel Ttg Belut (Pemijahan)

Download Artikel ini klik ----> Pemijahan

Belut mudah berkembang biak di alam tetapi juga tidak sulit dikembangbiakkan dikolam tebok, dikolam jaring atau di drum asalkan media yang ada memenuhi syarat sesuai dengan media aslinya. Secara alami belut berkembang biak setahun sekali , tetapi dengan masa perkawinan yang sangat panjang, yakni dari musim kemarau hingga permulaan musim hujan (4-5 bulan) .

Perkawinan belut pada umumnya terjadi pada malam hari yang panas akibat mendung sehingga suhu naik menjadi sekitar 28 derajat Celcius. ketika musim kawin tiba, akan telihat belut jantan berbodong-bodong berenang ketepi perairan yang dangkal berlumpur . Ditempat itulah nantinya belut jantan menggali lubang perkawinan dibangun mirif huruf “U”. Selanjutnya dalam lubang tersebut belut jantan akan membuat gelembung-gelembung udara yang membusa di permukaan air diatas salah satu lubangnya. Busa-busa tersebut berguna untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Belut jantan menanti kehadiran belut betina dilubang yang diselimuti busa setelah belut betina tiba sebelum masa perkawinan berlangsung akan terjadi percumbuan terlebih dahulu.



Didalam perkawinan telur-telur dari belut betina akan dikeluarkan disekitar lubang dibawah busa-busa yang mengapung dipermukaan air. Telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan dimasukkan ke mulut belut jantan untuk diamankan dalam lubang persembunyian dan langsung dierami . Kemudian belut jantanlah yang akan mejalani tugas mejaga telur-telur tersebut sampai menetas . Selama menjaga telur-telurnya, belut jantan mejaga sangat galak . apabila ada makhluk lain mendekat kesarangnya pasti akan diserang .

Untuk itulah belut betina harus dipisahkan dari belut jantan yang galak, karena setelah mengeluarkan telur, belut betina akan mengalami perubahan karakter dan fisik sehingga menjadi gampang lapar dan buas dan telur – telurnya bisa jadi mangsanya sendiri. Cara memisahkanya dengan memberi umpan posong berupa cacing yang ditumpuk dicampur bawang putih. Kemudian menggiringnya ketempat yang berbeda .

Setelah 2-3 minggu, telur belut akan menetas. Dari 800-1.200 telur hanya 350 ekor yang berhasil ditetaskan. selama seminggu, anak belut yang baru menetas belum mampu mecari makan sendiri karena bentuknya masih lebih kecil dari pada cacing sutra. Makanannya anak belut yang baru menetas berupa jasad renik dan plankton yang dihasilkan dari media pupuk seperti dijerami dan kotoran yang sudah disiapkan sebelumnya .

Telur-telur belut dialam bebas akan menetas setelah 9-10 hari . Namun , untuk dikolam pendederan pemijahan, telur-telur belut akan menetas dalam waktu 12-14 hari. Saat baru menetas, anak belut yang berwarna kuning keputihan berubah menjadi coklat muda cerah . Anak belut yang sudah menetas sementara masih diasuh oleh belut jantan selama sekitar 2 minggu . Setelah berumur 15 hari , anak belut sudah berenang sendiri dan meninggalkan sarangnya. Mereka sudah mampu menggali lubang dan mencari makan sendiri ditempat lain .
Setelah menetas , belut mengonsumsi makanannya dari yolk solk atau kantong lembaga .

6 komentar:

  1. hehe.....saya pernah punya pengalaman buruk pas cari belut disawah waktu masih anak2...keliru ular air..heheh

    BalasHapus
  2. saya tertarik untuk berternak belut,bisa bantu saya untuk informasi yang lainnya tentang ternak belut bagi pemula??
    thax ya....

    BalasHapus
  3. mohon petunjuk tuk mencari bibit belut yang bagaimana yang harus di pilih dan benar ...
    Dan dimanakah mencari bibit nya

    BalasHapus
  4. cara memisahkan belut betina setelah menetaskan telur menggunakan cacing+bawang putih,,mmang belutnya jadi lemes,, mohon penjelasanny!!!

    BalasHapus
  5. cara memisahkan belut jantan dan betina setelah perkawinan kurang jelas,mohon diperjelas
    klo bisa gambarnya dunk.................

    BalasHapus
  6. adakah kontak orang yang sudah berhasil membudidayakan belut,,saya sangat tertarik untuk dapat membudidayakannya,,
    jika tidak alamat orangnya juga gpp,,makasih banyak

    BalasHapus