Kamis, 28 Mei 2009

Poligami : Puisi Cinta Sang Suami







Sahabat ada sebuah puisi bagus ni ttg seorang suami dan istri saling bertukar puisi cinta dalam hal poligami,simak baik - baik ya.

Puisi Cinta Suami yang mau Poligami

Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yang kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah...

Balasan Puisi sang istri ...

"Suamiku,
Bila kau memang mentari,
sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu
kepada segala planet yang pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga
seperti aku butuh penyinaran
dan akupun juga Tak akan merasa kurang
dengan pencahayaanmu...
AKAN TETAPIIIIIIII. .
Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita,
di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yg telah aku mengerti
untuk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu...
MENTARI atau lilin ??? PLIS DEH...!!!

Thanks buat Irma atas emailnya. baca juga kerja keras adalah energi kita
Stay cool in http://newmasgun.blogspot.com/

Artikel lainnya :


8 komentar:

  1. Dia mah bukan lilin, tapi senter kecil, atau jangan-jangan korek api nanti dikorek baru nyala he he he,

    BalasHapus
  2. Nah..loh,..baru jadi lilin saja sudah mau macam2 sama sang mentari plissss.........deehhh...hehehe..
    Jadi ketawa sendiri ah,..matafff...kayaknya tuh puisi sang istri bener juga mbok ya kalau jadi suami tuh sering2 bercermin...maksudnya udah kelihatan macho apa belom, kalau dah kelihatan macho baru deh cari planet yang lain...hahaha...
    (just kid....sob) hehe..

    BalasHapus
  3. wkwkwkwkwkkwkw................xixixiix
    ironis bget sang lilin... by de weyy
    suami itu yang menaggung sgala sikap istri jadi klo istrinya lebih dari satu brarti bnyak nanggungnya.. palagi pertanggung jawaban dari Alloh... sukses deeehh bwt sang lilin smoga bisa jadi mentari

    BalasHapus
  4. wah..wah..satu aja udah kesempitan kok mau lagi dua. nanti badan tinggal tulang asyik cari uang.
    syahdu sekali puisi ni ya sob. sesuai sekali untuk sang suami mata keranjang.

    BalasHapus
  5. hahahahaha..... ihihihihihi...

    BalasHapus
  6. baik mentari ataupun lilin, mempunyai kesamaan, yakni menyinari.... apakah sinarnya mampu menyinari planet ataupun hanya relung kamar kecil itu masalah lain, tetap saja akan membawa cahaya harapan bagi benda disekitarnya...

    BalasHapus
  7. Kalau hanya untuk menerangi sebuah kamar kecil, saya kira cukuplah sebatang lilin. Lagi pula, apakah sang Istri sudah siap ketika sang suami jadi Mentari...??

    BalasHapus