Senin, 28 September 2009

Mekkah : Istimewanya Air Zam Zam



Ada sekelompok orang yang berusaha menandingi air zam-zam dengan membuat air mineral tandingan dengan beragam nama dan kandungan, ada hexagonal, ada air RO air mineral dsb. Komposisi air buatan ini dipadukan dari elemen-elemen kimiawi seperti yang terdapat pada air zam-zam. Namun setiap kali kandungan-kandungan mineral yang lumrah dijumpai pada air zam-zam dipadukan dengan maksud agar serupa dengan air zam-zam, saat itulah dari segala usaha percobaan yang mereka lakukan mengalami kegagalan. Kenyataan ini sebagai bukti kuat atas salah satu keajaiban Illahi pada air (zam-zam) ini.

Tak ketinggalan, tekhnologi modern pun telah menetapkan bahwa air zam-zam sangat berbeda jauh dengan seluruh jenis air di seluruh dunia. Bahwasanya zat-zat yang dikandung air zam-zam tidak lain berasal dari kekhususan yang diturunkan oleh Allah, halmana tak ada seorang pun di dunia ini mengetahui rahasia yang menyelimutinya meski ia tahu persis unsur-unsur mineral yang terdapat dalam air zam-zam.

Sejak beberapa tahun belakangan Dr. Muhammad Izzat Al Mahdi, beliau adalah seorang dosen geologi di Akademi Pengajaran dan Penelitian Ekosistem pada Universitas Ainu Syams Mesir melakukan riset yang menegaskan bahwa air zam-zam tak bisa ditandingi karena memiliki keistimewaan tertentu yang menjadikannya air spesial bila dibandingkan dengan berbagai jenis air di seluruh dunia ini.

Dan di antara keistimewaan- keistimewaan yang dikandung air zam-zam dari hasil riset yang beliau lakuan antara lain:

Sifat air zam-zam tidak akan membusuk dan menjadi apek. Rasa, warna dan baunya tidak pernah berubah sama sekali sebagaimana sifat madu lebah yang tidak terpengaruh oleh perubahan suhu. Berbeda jauh dari sifat berbagai jenis air lainnya, seperti air sungai, air laut, air hujan maupun air tanah. Yang demikian itu disebabkan zat-zat kimiawi air zam-zam itu sendiri yang sangat resisten terhadap serangan kuman, bakteri dan mikroba.

Sebagai tambahan, air zam-zam adalah salah satu yang termasuk kategori air mineral yang lazim dikenal oleh dunia sebagai bahan terapi pengobatan. Dan sebagian keajaiban air zam-zam, yaitu rasanya yang manis sedangkan unsur garamnya sangat tinggi. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bagi siapa saja yang telah meneguknya tidak akan merasa keasinan meski kadar garamnya sangat tinggi. Seandainya kadar garam air zam-zam ini terdapat pada jenis air lainnya niscaya tak seorang pun sanggup untuk meminumnya.

Ini merupakan bagian kecil dari berlimpahnya keistimewaan air zam-zam halmana Rasulullah sendiri telah menegaskan dalam sabdanya semenjak lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu:

“Sebaik-baik air di permukaan bumi adalah air zam-zam yang dapat dipakai sebagai makanan yang mengenyangkan dan sebagai obat dari berbagai penyakit.”

Kamis, 17 September 2009

Cerpen Hikmah Ramadhan: Bocah Misterius



"Hey kamu... mari sini!" sapa Luqman halus kepada seorang bocah yang dengan sengaja mengganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.

"Siapa nama kamu...? Dari mana kamu asalnya ...?" tanya Luqman sambil memegang lengan bocah itu. Sebetulnya Luqman gemas, tapi ia tahan kegemasan itu.

Meski ditanya dengan sopan, bocah itu malah balik mendelik ke arah Luqman dan tertawa menyeringai! Tawa bocah itu membuat Luqman melepaskan pegangannya seketika.

Luqman merasa bocah ini bukanlah anak sembarangan. Sungguh pun penampilannya kayak bocah biasa. Kaos plus celana pendek. Agak lusuh, tapi bersih.

Luqman melihat mata bocah itu. Mata itu bukanlah mata anak manusia pada umumnya. Ditambah lagi, sebelumnya Luqman tidak pernah melihat bocah itu di kampungnya. Luqman sudah bertanya ke sana kemari, adakah tetangga kampungnya atau orang di kampungnya yang mengenali siapa bocah itu dan siapa keluarganya. Semua orang yang ditanya Luqman menggelengkan kepala, tanda tidak tahu....

Bocah itu menjadi pembicaraan di Kampung. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja di atasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini, bagi orang kampung, menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan ke sana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plastik es tersebut. Pemandangan tersebut menjadi pemandangan biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Pemandangan tak mengenakkan ini justru terjadi di tengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang di kampungnya mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memeragakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi kemudian orang itu dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap ba’da dzuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu hadir. Benar, ia menari-nari sambil menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas mengundang orang lain untuk menelan ludah tanda ingin meminum es itu juga. Luqman menegurnya. Cuma ya itu tadi. bukannya takut, bocah itu malahan mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar menelan Luqman.

"Bismillah..." Luqman kembali mencengkram tangan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir kalau memang bocah itu adalah bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan, apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia akan mencari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman menyentakkan tangannya, menyeret halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan mata penuh tanya orang-orang yang melihatnya.

" Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukannya ini adalah kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman seakan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

"Maaf ya... Itu karena kamu melakukannya di bulan puasa...," jawab Luqman dengan halus, "apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa... Lalu bukannya ikut menahan lapar dan haus, kamu malah menggoda orang dengan tingkahmu itu...."

Sebenarnya Luqman masih mau mengeluarkan unek-uneknya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap mata Luqman lebih tajam lagi...

"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal itu ketimbang saya...? Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di luar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?

Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal?

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja kalian menahan rasa lapar dan haus? Ketika beduk magrib bertalu, ketika azan magrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian...?"

Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi Luqman kesempatan menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata demikian tegas dan terdengar sangat "menusuk", kini ia bersuara lirih, mengiba.

"Ketahuilah Tuan.... Kami berpuasa tanpa ujung ... Kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah Tuan, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuanlah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian juga menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?

Tuan... sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya.

Tuan... kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan Ramadhan ini. Apa yang saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...

Tuan, sadarkah Tuan akan ketidakabadian harta? Lalu mengapakah masih saja mendekap harta secara berlebih?

Tuan... sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?

Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat. Tahukah Tuan, akan adanya azab Tuhan yang menimpa...?

Tuan... jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan... jangan merasa perut ' kan kenyang esok lantaran tersimpan pangan 'tuk setahun. Tuan... jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi, kelak..."

Wuah... entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Perkataan demi perkataan meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!

Hal ini menambah keyakinan Luqman bahwa bocah ini bukan bocah sembarangan.

Habis berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran di depan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!

Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, kembali ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa betullah adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberi Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada di atas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.

Sekarang yang ada di pikirannya, mau dipercaya atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki kebercahayaan hati.

Pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Kami terus berpuasa meski bukan saatnya berpuasa,
lantaran ketiadaan makanan,
lantaran ketiadaan minuman.
Kami berpuasa tanpa ujung!

kami lapar... sementara perut kalian kenyang.
Kami sakit, tanpa ada obat, apalagi biaya berobat...
sementara kalian menambah terus kesakitan kami
dengan mempertontonkan kemewahan dunia di hadapan kami...
di depan mata kami....
yang sedang berpakaian kemiskinan.
Kami menangis, kami merintih,
adakah di antara kalian yang peduli ...?

baca juga kerja keras adalah energi kita
Special thanks to : firliana putri (firlianaputri@yahoo.com)
Stay cool in : http://newmasgun.blogspot.com

Selasa, 08 September 2009

Hikmah Shaum: Indahnya Berbagi



Sahabat, berbagi itu indah. Tentu saja berbagi yang baik-baik ya he…he…. sabtu,5 september 2009 kemaren saya dan teman-teman mengadakan acara berbuka shaum bersama dgn sahabat-sahabat kita yang tuna netra sekaligus mengunjungi percetakan Al Quran Braile dan menyerahkan dana wakaf dari para sahabat untuk pembuatan Al Quran Braile.

Sahabat Jujur, sebelumnya saya belum tahu itu Al Quran braile itu seperti apa,tadinya dalam benak saya mungkin hurufnya sama dgn Al Quran yang biasa kita baca cuma hurufnya yang timbul he…he……(maklum kurang gaul ni) ternyata jauh dari yang saya bayangkan. Huruf – hurufnya hanya berupa titik – titik aja seperti huruf braile yang biasa kita lihat, tanda tajwidnya juga begitu berupa titik-titik. Jadi bisa dibayangkan panjangnya barisnya.

Al Quran Braile ini dicetaknya per judz, 1 judz itu rata-rata 100an halaman, ada yang kurang dan ada yang lebih.
1 Mushaf ( 30 judz ) itu beratnya kurang lebih 25 Kg ( kebayang kan tu …he….he..bandingin aja dgn punya kita yg bisa masuk saku soooo…..nikmat mana lagi yang kan kau dustakan). Makanya kalau ada yang mau ngundang acara baca Quran bersama misalnya, mesti dikasih tahu dulu judz berapanya yang mau dibaca he…he….

Yang kami kunjungi kemaren percetakannya di Jl. Pajajaran bandung. Sedangkan wakafnya kami serahkan ke LSM Ummi Maktum Voice yg sangat konsen sekali dalam pemberantasan buta huruf Al Quran Braile ini. Mereka kerjasama dgn percetakan ini untuk mencetak Al Quran Braile, trus mereka mendistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia dan mereka melakukan pembinaan juga kepada para tuna netra dalam hal pemberantasan buta huruf Al Quran Braile ini.
Kalau ada dari rekan-rekan yang sangat membutuhkan Al Quran Braile atau mau berwakaf utk mencetak Al Quran braile ini silahkan menghubungi mereka atau bisa juga via saya nanti saya bantu.

Pada kesempatan silaturahim kemaren saya mewakili teman-teman menyerahkan wakaf untuk pembuatan Al Quran Braile, Alhamdulillah kemaren terkumpul 162 judz atau sekitar Rp. 8.910.000; . Biaya pembuatan per judznya sebesar Rp.55.000;
Coba lihat jumlah dana yg terkumpul angka cantik ya he…he…., mudah-mudahan Allah menganugerahkan kecantikan hati kepada teman-teman yang sudah ikutan berwakaf kemaren dan semoga Allah mengalirkan pahala yang tiada terputus kepada kita semua,amin.

Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah mempercayakan kepada saya utk mengumpulkan dananya walaupun mayoritas yang berwakaf kemaren blom pernah bertemu dgn saya. Jangankan bertemu melihat wajahnya juga belum pernah ya he…he…. Alhamdulillah amanahnya udah saya sampaikan. Mudah-mudahan walaupun kita belum pernah ketemu didunia tapi semoga diakhirat nanti dipertemukan Allah disurga-Nya syariatnya dgn wakaf bersama ini.Amin

Sahabat coba bayangin wakaf itu pahalanya mengalir terus menerus selama yang kita wakafkan itu masih dimanfaatkan, kemudian bayangkan amal di bulan ramadhan itu dibalas Allah hingga tak terhingga banyaknya. Jadi kenapa ndak mau ikutan,hayu yang blom ikutan ni tunggu apa lagi he…he…... Tapi sedekah itu berat kawan, setannya canggih-canggih dan terlatih, suka ada aja alasan supaya ndak jadi. Bener ya ?

Mesin yang digunakan dipercetakan yang kemaren kami kunjungi itu menurut pimpinan percetakannya merupakan sumbangan dari UNESCO dulunya, jadi udah tua banget. Serah terimanya juga dulu masih sama Soekarno dan kondisinya waktu diserahkan ke Indonesia waktu itu udah bukan baru lagi,udah bekas la kasarnya he…he….. Didunia dulu katanya cuma ada 8 trus disimpan ditiap kawasan masing-masing 1. nah yang sekarang masih ada dan bisa dipakai tinggal yang kemaren kami kunjungi aja,sisanya udah almarhum semua. Jadi yang ini the only one in the world.

Habis lihat proses pembuatan Al Quran Braile kemaren kami sempat lihat – lihat ke asrama saudara-saudara kita yang tuna netra di wiyataguna, selain mendapat materi pelajaran pada umumnya mereka juga dapat kegiatan keterampilan ada yang pijat ( ini yang banyak diikuti), ada kesenian (nasyid, trus belajar gamelan dsbnya gitu), ada juga keterampilan lainnya kayak bikin keset gitu dll.

Subhanallah, dari cerita Kang Salim yang memandu kami (beliau tuna netra juga) kegiatan teman-teman kita dsana ndak jauh beda dgn kegiatan kita pada umumnya. Waktu 17 agustusan kmrn dsana ada kegiatan sepak bola (coba bayangin tu gmana gmana cara tahu posisi bolanya…he….he….) kepikir ndak ? dibolanya dipasang bunyi-bunyian kayak bel gitu jadi yang mereka kejar suara itu he…he…. Trus tahu gawangnya gmana coba ? Ditiang kedua tiang gawangnya ada yg mukul2 bunyi2an gitu kayak gendang,botol dsbnya. Jadi tendangannya diarahkan ke tengah diantara bunyian itu. Kebayang kan ? asyik kelihatannya ya he…he…. Jadi pengen nonton ni, acara 17an tahun depan nanti ksana yuk. MAU ?

Kemudian yang bikin saya kaget juga dsana, baru kali ini saya lihat tuna netra lari-lari,biasanya kan jalan pake tongkat gitu ya. Ternyata pepatah ala bisa karna biasa itu benar adanya. Mereka udah hapal tu trayek asramanya, jadi tahu dmana bisa santai dan dmana mesti hati-hati,ya walaupun terkadang ada juga yang terjun bebas,katanya.
Habis ke percetakan Al Quran Braile trus jalan-jalan keasrama mereka habis itu kita menuju sekretariat mereka untuk acara buka puasa bersama.

Subhanalah buka puasa kali ini sangat bermakna sekali khususnya bagi saya pribadi, unforgettable lah pokoknya. Ada yang mau bergabung ?
Sahabat kalo kita makan dengan yg udah biasa “ kenyang” itu biasa, tapi kalo kita makan dengan yg jarang pernah merasakan “kenyang” itu luar biasa.

Ayolah,dari pada buka shaum di mall,restoran cepat saji,rumah makan mewah,food court dll sesekali hayu kita menikmati buka shaum bersama saudara-saudara kita di panti asuhan, rumah singgah,panti jompo dll. Tataplah kecerian dimata dan hati mereka dan kemudian sampaikan dgn tulus I LOVE YOU FULL my brother.

Hikmah : Lika-Liku Perjalanan Hidup



Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali ke luar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik..

Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :

“Ya, ampiiiyuunnnn. ………..dari mana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor , lecet dan…… bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ….. Ada apa denganmu?”
Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa.

Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
“Ya, beginilah nasibku, kawan. Sejak kita ke luar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. …….”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu.”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”
“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.
“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di masjid dan tempat amal lainnya . Hampir setiap minggu aku mampir ditempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..”

Sorry buat yg biasa ngencleng seribu pas jumatan ya, jangan tersinggung he...he....