Rabu, 25 November 2009

Kerja keras adalah energi kita



Kerja keras adalah energi kita, kerja keras yang disertai kerja smart akan menghasilkan energi yang sangat luar biasa untuk sebuah transformasi atau perubahan. Untuk mencapai semua itu selain kerja keras diperlukan pengorbanan dan dedikasi yang tinggi dari semua unsur pendukungnya baik internal maupun eksternal. Akan banyak halangan dan rintangan yang akan menghadang namun perubahan itu adalah sebuah keharusan, change or die.

Begitu juga dengan pertamina, sebuah perusahaan dengan permasalahan yang sangat kompleks sekali yang menyangkut hajat hidup orang banyak sebuah kerja keras yang smart disertai pengorbanan dan dedikasi yang tinggi sangat diperlukan sekali dalam perubahannya ke arah yang lebih baik. Akan banyak protes, demo, sindiran baik kasar maupun halus dan sebagainya untuk sebuah perubahan tapi itulah harga yang harus kita bayar.

Kita bisa lihat dari perusahaan pertamina kita ini sebuah transformasi mulai dari perubahan logo, program konversi minyak tanah ke gas dan yang lainnya banyak menuai pro dan kontra dimasyarakat kita, tapi itu adalah sebuah pembelajaran untuk meraih sukses yang lebih baik karena halangan terbesar untuk sebuah perubahan terletak dalam diri kita sendiri, karena kita adalah penguasa diri kita. Protes, demo, kritikan dan lain sebagainya anggaplah sebagai imunisasi untuk membuat kita semakin kuat dan maju.

Kalau kita mau belajar dari lingkungan sekeliling kita, ada sebuah kisah menarik dari seekor burung elang. Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu, seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan, suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.

Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Lingkungan kita bisa mencerminkan harga kita, dalam persaingan yang sangat berat di era pasar bebas ini saya kira pertamina juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan, harus bisa membuang dan mereformasi kebiasaan lama dan membuka diri untuk hal-hal yang baru walaupun terkadang terjadi kontroversi guna mengembangkan kemampuan yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan agar kita dapat mulai terbang lagi seperti elang – elang yg bertransformasi seperti kisah diatas untuk menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan.

Open management, self confident, penataan dan pengawasan kembali semua jalur distribusi produk yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, membuka diri untuk sesuatu yang baru dalam segala hal dan lain sebagainya adalah sebuah keharusan untuk sebuah kemajuan yang lebih berarti.

Satu hal pertanyaan yang sangat disayangkan yang jadi pikiran saya selama ini kenapa pengelolaan sumber – sumber minyak dan gas kita sebagian diserahkan kepada pihak luar negeri. Apakah kita belum mampu untuk mengolahnya sendiri?

Namun dibalik semua itu saya pribadi memendam harapan semoga suatu saat nanti semua sumber minyak dan gas di negeri ini bisa dikelola oleh anak negeri sendiri agar bisa lebih maksimal dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup seluruh masyarakat Indonesia.

Selamat berjuang buat PERTAMINA, tetap terus maju,maju dan maju.

catt: logo didapat dari http://pertamina.com

10 komentar:

  1. wah berat juga bahasanya... hihihi... koment aja akh... sukses...

    BalasHapus
  2. bahasa yang digunakan keren banget ...
    berusaha terus dan maju terus .. salam sukses selalu :)

    BalasHapus
  3. jangankan elang, manusia aja kalo udah tua pasti keriput, hehehee

    BalasHapus
  4. penuh makna dan arti, sukses ya mas

    BalasHapus
  5. Nice post thanks. Yup situs saya kena hack he..he.

    BalasHapus
  6. semoga menang ya kawan...

    BalasHapus
  7. good joobs...
    ngga pertamax..permium aja daahhh

    BalasHapus
  8. Mantap banget artikelnya...keren banget..! dan kayaknya aku harus belajar SEO kesini...Peace.

    BalasHapus
  9. iia dee selamat berjuang akang pertamina... maju terus :)

    BalasHapus
  10. wah keren ni artikelnya,selamat berjuang kawan

    BalasHapus