Selasa, 29 Desember 2009

Pemberi & Penerima Suap di Neraka Tempatnya



Sahabat, Saat ini suap menyuap sudah menjadi kebiasaan umum, bagi sebagian pegawai, suap menjadi income / pemasukan yang hasilnya lebih banyak dari gaji yang mereka peroleh. Untuk urusan suap menyuap banyak perusahaan dan kantor yang mengalokasikan dana khusus. Berbagai urusan bisnis atau mua’malah lainnya, hampir semua dimulai dan di akhiri dengan tindak suap. Ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi orang-orang miskin. Karena adanya suap, undang-undang dan peraturan menjadi tak berguna lagi. Soal suap pula yang menjadikan orang yang berhak diterima sebagai karyawan digantikan mereka yang tidak berhak.

Dalam urusan administrasi misalnya, pelayanan yang baik hanya diberikan kepada mereka yang mau membayar, adapun yang tidak membayar, ia akan dilayani asal-asalan, diperlambat, atau diahirkan. Pada saat yang sama, para penyuap yang datang belakangan, urusannya telah selesai sejak lama.

Karena soal suap menyuap, uang yang semestinya milik mereka yang bekerja, bertukar masuk kedalam kantong orang lain, disebabkan oleh hal ini, juga hal yang lain maka tak heran jika Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memohon agar orang-orang yang memiliki andil dalam urusan suap menyuap semuanya dijauhkan dari rahmat Allah.

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” QS. Al Baqarah (2) : 188.

Memberi uang suap kepada qadhi atau hakim agar ia membungkam kebenaran atau melakukan kebatilan merupakan suatu kejahatan. Sebab perbuatan itu mengakibatkan ketidakadilan dalam hukum, penindasan orang yang berada dalam kebenaran serta menyebarkan kerusakan di bumi.

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah disebutkan : “Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam (urusan) hukum” (HR Ahmad, 2/387; shahihul jami’ : 5069).

Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu' anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Semoga laknat Allah atas penyuap dan orang yang disuap” (HR Ibnu Majah, 2313; shahihul jam’ : 5114).

Ada anekdot menarik ni,katanya kalo di negara tetangga suap menyuap dilakukan dibawah meja, kalo di Indonesia katanya suapnya bukan hanya dibawah meja tapi dibawa tu sama meja-mejanya, saking udah ndak ada malunya lagi sampai - sampai ada yang melakukannya secara berjamaah lagi.Setelah habis masa jabatan baru ketahuan dan pindah ke hotel prodeo he...he....

Semoga kita bisa sama-sama menafakuri dan mengambil hikmah dari artikel diatas.Amin.

baca juga : kerja keras adalah energi kita
Stay cool in http://newmasgun.blogspot.com

3 komentar: