Selasa, 31 Agustus 2010

Kupas Tuntas Iktikaf Ramadhan



Sahabat, sekarang kita sudah memasuki 10 hari ramadhan, mudah-mudahan ramadhan tahun ini menjadi salah satu ramadhan terbaik dalam hidup kita.
Malam 10 terakhir disunnahkan buat kita untuk erikitikaf dimasjid. berikut ini ada sedikit informasi buat kita semua mengenai iktikaf.

Jenis - jenis iktikaf :
Iktikaf yang disyariatkan ada dua macam yaitu iktikaf sunat dan wajib.

1. Iktikaf sunnat adalah iktikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT misalnya seperti iktikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.

2. Iktikaf wajib adalah iktikaf yang dikarenakan bernazar (janji), seperti: "Kalau Allah SWT menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan beriktikaf.

Waktu Untuk iktikaf melaksanakan iktikaf :
Iktikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yang dinazarkan kalau iktikaf kita termasuk iktikaf nazar, sedangkan iktikaf sunat tidak ada batasan waktu tertentu, kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya boleh lama atau singkat.

Ya'la bin Umayyah berkata: "Sesungguhnya aku berdiam satu jam di masjid tak lain hanya untuk beriktikaf."

Syarat-syarat untuk iktikaf :
Orang yang iktikaf harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. islam
2. niat
3. baliqh/Berakal
4. Suci dari hadats (junub), haid dan nifas.


Rukun-rukun iktikaf :
1. Niat (QS. Al Bayyinah : 5), (HR: Bukhari & Muslim tentang niat)
2. Berdiam di masjid (QS. Al Baqarah : 187)

Di sini ada dua pendapat ulama tentang masjid tempat iktikaf. Sebahagian ulama membolehkan iktikaf di setiap masjid yang digunakan untuk salat berjamaah lima waktu, hal itu dalam rangka menghindari seringnya keluar masjid dan untuk menjaga pelaksanaan salat jamaah setiap waktu.

Ulama lain mensyaratkan agar iktikaf itu dilaksanakan di masjid yang digunakan untuk melaksanakan salat Jumat, sehingga orang yang beriktikaf tidak perlu meninggalkan tempat iktikafnya menuju masjid lain untuk salat Jumat.

Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi'iyah bahwa yang utama yaitu iktikaf di masjid jami', karena Rasulullah saw iktikaf di masjid jami'.
Lebih utama di tiga masjid yaitu Masjid al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Aqsa, mudah-mudahan suatu saat nanti kita bisa iktikaf dimasjid tersebut,amin.


Hal-hal yang diperbolehkan bagi mutakif (orang yang beriktikaf) :

1. Keluar dari tempat iktikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap istrinya Sofiyah ra. (HR. Riwayat Bukhari dan Muslim)
2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
3. Keluar untuk keperluan yang harus dipenuhi, seperti membuang air besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang mengantarkannya), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid, tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya .
4. Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.
5. menemui tamu di masjid untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam agama

Hal-hal yang dapat membatalkan iktikaf :

1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan .
2. Murtad ( keluar dari agama Islam )
3. Hilangnya akal, karena gila atau mabuk
4. Haid atau nifas
5. Bersetubuh dengan istri (QS. 2: 187), akan tetapi memegang tanpa syahwat, tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri- istrinya.

Mudah-mudahan bermanfaat. Ada yang mau menambahkan ?

Sumber : wikipedia
Stay cool in : http://newmasgun.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar