Kamis, 11 November 2010

Leadership : Pemecahan Masalah


Menurut F.F. Fournies ada empat alasan yang menyebabkan orang tidak melakukan unjuk kerja sebagaimana seharusnya sesuai dengan potensi yang mereka miliki yaitu mereka tidak tahu apa, bagaimana dan mengapa mereka harus melakukan hal tersebut serta karena adanya rintangan diluar pengendalian mereka dan hal ini merupakan tanggung jawab dari pemimpinnya. Sebuah program latihan, deskripsi kerja, alat yang semestinya dan wawasan berserta dengan keahlian komunikasi yang baik, akan memperoleh hasil besar dalam memenuhi ketiga persoalan pertama diatas secara efektif. Sikap yang benar dan rencana tindakan yang tepat merupakan dua hal yang sangat diperlukan dalam memecahkan masalah dengan efektif.

Kadang – kadang masalah membuat kita kewalahan, namun kita perlu mengubah perspektif kita terhadap masalah tersebut agar masalah tersebut bisa lebih bersahabat, ukuran seseorang lebih penting daripada ukuran masalahnya karena banyak orang yang sukses dan menjadi besar setelah dia berhasil mengatasi masalah dalam hidupnya, tidak ada orang yang hidup tanpa pernah menemui masalah. Hal yang menjadi masalah adalah kita sering bereaksi secara salah terhadap masalah padahal yang terpenting adalah apa yang terjadi dalam diri kita sehingga menimbulkan masalah tersebut. Hal yang membedakan antara yang berhasil dan tidak adalah mereka tidak mau berpegangan pada dalih yang umum untuk kegagalan. Mereka mengubah batu penyandung menjadi batu pijakan. Mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat menetapkan setiap keadaan dalam kehidupan tetapi mereka bisa menetapkan pilihan sikap terhadap keadaan apa saja. Masalah bisa menghentikan kita untuk sementara,tetapi kitalah satu-satunya orang yang bisa menjadikannya permanen.

Fred Smith, pernah mengatakan kalau saya tidak bisa melakukan sesuatu untuk mengatasi sebuah masalah, itu bukan masalah saya ; itu adalah kenyataan hidup. Kita harus berhati – hati dalam mengambil sikap pasrah terhadap pendirian bahwa tidak ada jawaban bagi sebuah masalah. Seseorang lainnya mungkin akan datang membawa pemecahan. Ujian bagi seorang pemimpin adalah kemampuan untuk mengenali masalah sebelum menjadi keadaan darurat. Masalah harus mendapat proporsi besar karena harus dikenali dan diatasi pada tahap – tahap awal.

Para pemimpin besar mengenali masalah dalam urutan sebagai berikut :
- Mereka merasakannya sebelum melihatnya (intuisi)
- Mereka mulai mencarinya dan mengajukan pertanyaan ( rasa ingin tahu )
- Mereka mengumpulkan data ( Memproses )
- Mereka berbagi perasaan dan penemuan dengan beberepa rekan yang dipercaya (berkomunikasi)
- Mereka memerikan masalah (menulis)
- Mereka memeriksa sumber daya (mengevaluasi)
- Mereka membuat keputusan (pemimpin)

Kita dapat menilai pemimpin dengan ukuran masalah yang mereka tangani. Ukuran seseorang lebih penting daripada ukuran masalah. Masalah kelihatan lebih besar atau kecil sesuai dengan apakah orang yang memandangnya besar atau kecil. Orang besar akan mengatasi persoalan besar secara efektif. Masalah tidak pernah berhenti tetapi orang bisa menghentikan masalah. Hal ini bisa kita lakukan dengan membuat komitmen kepada orang dan jangan sesekali memecahkan masalah untuk seseorang tanpa melibatkan orang tersebut. Sebuah situasi hanya menjadi masalah kalau orang tidak punya sumber daya cukup untuk menghadapinya. Berpikir positif dan antusiasme akan menentukan apa yang akan anda lakukan terhadap sebuah masalah. Namun berpikir positif tidak selalu merubah keadaan kita, tetapi itu yang akan merubah diri kita.

Merencanakan tindakan yang tepat untuk memecahkan sebuah masalah merupakan sebuah keharusan bagi seorang pemimpin. Langkah-langkah yang bisa kita lakukan adalah :
- Mengidentifikasi masalah.
- Memprioritaskan masalah.
- Menetapkan masalah, bisa dilakukan dengan :
a. Ajukan pertanyaan yang tepat.
b. Bicaralah dengan orang yang tepat.
c. Dapatkan fakta yang kuat.
d. Terlibatlah dalam proses
- Memilih orang untuk membantu anda dalam pemecahan masalah.
- Mengumpulkan penyebab masalah.
- Mengumpulkan jawaban untuk memecahkan masalah.
- Memprioritaskan dan memilih pemecahan terbaik.
- Melaksanakan pemecahan yang terbaik.
- Mengevaluasi pemecahan.
- Menetapkan prinsip atau kebijaksanaan untuk menjaga agar masalah tidak terulang.

Mengajarkan prinsip secara efektif kepada staf bisa kita lakukan dengan memberikan teladan,menghubungkan mereka dengan menjawab pertanyaan dan memberikan pujian kalau prinsip – prinsip tersebut sudah diterapkan dalam kehidupan mereka. Kita tidak boleh membuat sebuah hubungan yang merupakan ketergantungan kepada pemimpin,melainkan hubungan yang mendalam.

Stay Cool in http://newmasgun.blogspot.com
Baca Juga :
- Leadership : menciptakan Perubahan positif
- Leadership : Nilai Integritas Dalam Kepemimpinan
- Skala prioritas dalam kepemimpinan
- Hukum Kerjsama Tim Yang Efektif
- Leadership : Kekuatan Pengaruh Pemimpin
- Leadership: Kerjasama Tim
- Leadership: Pengantar komunikasi

- Manajemen Konflik dan kerjasama Tim
- Leadership : Pemecahan Masalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar