Senin, 21 Oktober 2013

Tidur Bisa Mendetoks Otak manusia


Sahabat, pernah kurang tidur? Apa yang Anda rasakan? Sakit kepala, sulit berkonsentrasi, daya ingat menurun dan semua terasa lamban. Tapi kenapa? Para peneliti mungkin menemukan jawabannya.

Manfaat tidur
Para ahli sejak lama kesulitan menentukan manfaat tidur. Ya, jika ditanya tentang manfaat tidur, para ahli tersebut akan menjawab tidak tahu. Mereka hanya tahu akibatnya jika kita kekurangan tidur. Karena selama ini segala penelitian di bidang tidur memang tak bisa secara langsung meneliti manfaat tidur. Satu-satunya cara meneliti adalah dengan melihat efeknya pada seseorang jika dikurangi tidurnya.
Ketika kekurangan tidur atau menderita penyakit tidur seseorang mengalami penurunan fungsi-fungsi otak. Selain itu terjadi perubahan-perubahan hormonal yang pada akhirnya akan mengganggu fungsi-fungsi organ tubuh hingga berakibat pada berbagai peyakit.

Para ahli telah menunjuk penurunan daya tahan tubuh, peningkatan tekanan darah, penurunan fungsi jantung, gangguan metabolisme hingga yang paling mudah dilihat penurunan kualitas kulit.

Sementara perkembangan selanjutnya beberapa penyakit penurunan fungsi syaraf juga dicurigai turut diperburuk kekurangan tidur atau penyakit tidur. Sebut saja alzheimer, dementia atau penyakit Parkinson.

Sistem Glymphatic

Jurnal SCIENCE menerbitkan sebuah penelitian yang mungkin memberikan sedikit pencerahan tentang manfaat tidur secara langsung. Penelitian ini menyebutkan bahwa tidur berfungsi sebagai detoks dari bahan-bahan sisa tak terpakai otak.

Tubuh kita mempunyai sebuah sistem untuk membuang sisa-sisa pembakaran tubuh yang tak terpakai. Sistem limfatik mempunyai fungsi ini. Tetapi otak tak memiliki sistem limfatik. Otak mempunyai sistemnya sendiri. Blood brain barrier misalnya, ia berfungsi sebagai semacam penyaring bahan-bahan apa saja yang bisa masuk atau keluar dari otak.

Para ahli menyebutkan sebuah sistem pada otak yang disebut sebagai sistem glymphatic, yang diambil dari nama sel-sel glial dan sistem limfatik. Sel-sel glial juga telah diketahui berperan dalam proses pembuangan zat-zat tak terpakai.

Sistem glymphatic ini diketahui sebagai sistem yang membuang amiloid beta, sebuah metabolit yang dipercaya oleh para ahli berperan dalam berkembangnya penyakit Alzheimer.

Tidurlah untuk buang racun
Teorinya, selama terjaga otak bekerja keras seolah membutuhkan pembakaran. Sisa pembakaran ini menghasilkan sampah tak terpakai. Sampah-sampah ini harus dibuang agar tak menumpuk dan meracuni otak. Nah, tidur berperan untuk mendetoks otak dari zat-zat racun ini.

Para ahli ingin melihat bagaimana kerja sistem pembuangan ini. Untuk itu mereka menyuntikan zat pewarna pada cairan otak tikus. Pertama dengan pewarna hijau, lalu tikus-tikus ini dirangsang untuk tertidur. Setalah tidur selama setengah jam, tikus-tikus ini disuntikkan kembali dengan pewarna berwarna merah.

Dengan membandingkan aliran cairan otak berwarna ini, para ahli dapat menentukan bagaimana cairan bergerak dalam otak. Didapati bahwa celah di antara sel saat terjaga hanyalah 5 persen dibanding saat tidur. Disimpulkan saat tidur, cairan otak mengalir lebih deras.

Dibanding dengan volume otak, celah antar sel saat terjaga adalah 13-15 persen. Sedangkan saat tidur, celah ini melebar hingga 22-24 persen volume otak. Sayang para peneliti belum mengetahui bagaimana celah ini bisa melebar. Kemungkinan karena sel-sel yang mengerut saat tidur.

Penyakit-penyakit neuro-degeneratif

Penyakit Alzheimer dan beberapa penyakit akibat penurunan fungsi saraf lainnya diduga disebabkan oleh kurangnya tidur serta penumpukan zat-zat sisa di otak. Entah karena produksi metabolit-metabolit merugikan yang berlebihan atau karena gagalnya sistem pembuangan zat tersebut, tetapi kekurangan tidur sendiri sudah dipastikan akan menurunkan fungsi-fungsi syaraf.

Semua faktor-faktor ini jelas akan merusak neuron-neuron saraf yang akhirnya mengakibatkan demensia atau kepikunan.

Tentu seperti penelitian-penelitian terobosan lainnya, penelitian ini memunculkan lebih banyak pertanyaan. Semoga saja penelitian-penelitian selanjutnya lebih membari pencerahan tentang hubungan tidur dan penyakit-penyakit neuro-degeneratif.


Baca Juga Bahaya terlalu banyak tidur
Sumber :  Kompas Health
Stay cool in http://newmasgun.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar