Sabtu, 21 Desember 2013

Resep Menjaga Lisan Ala Al Ghazali (2)

Sahabat,  Al-Ghazali tokoh yang juga dikenal lewat karyanya Tahafut al-Falasifah menambahkan, cara yang kelima, jauhkan sebisa mungkin perkataan yang di dalamnya terkandung unsur permusuhan, kedengkian, menyakitkan, serta menjatuhkan harga diri orang lain.

Menghargai seseorang lewat perkataan yang sopan dan santun akan sangat berdampak bagi kelanggengan silaturahim. Bahkan, berulang kali Rasul pernah mencontohkan agar tidak menghujat para sahabatnya. “Janganlah kau kecam sahabat-sahabatku.”

Untuk langkah yang keenam, Imam al-Ghazali yang terkenal dengan julukan Algazel di dunia Barat mengatakan, caranya tetap sederhana dan apa adanya dalam gaya berbicara. Tidak usah lebay. Rasulullah pernah memperingatkan tentang sejelek-jelek umatnya, salah satunya, mereka yang memperoleh kenikmatan pada pagi hari lantas banyak melebih-lebihkan pembicaraannya.

Sedangkan, langkah yang keenam, ujar tokoh yang wafat pada 505 H/ 1111 M itu, menghindari ucapan-ucapan kotor. Kata-kata kotor adalah kata-kata yang apabila diucapkan dianggap tidak sopan.

Sedangkan, kata-kata kasar adalah kata-kata yang sebaiknya tidak diucapkan karena ada kata-kata lain yang jauh lebih halus. Seorang mukmin harus bisa menyampaikan makna ingin diutarakannya dengan bahasa yang halus.

Termasuk poin keenam adalah mengekang diri untuk tidak gampang melaknat sesama. Rasulullah, seperti riwayat Bukhar dari Tsabit bin ad-Dhahak, menegaskan bahwa efek dari laknatan seorang mukmin kepada sesama, nyaris sama dengan membunuhnya. 


Mudah-mudahan bermanfaat.
 
Sumber : Republika.co.id
Stay cool in  http://newmasgun.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar