Jumat, 08 Januari 2016

Jangan Sembarangan Atasi Masalah Tulang Belakang dengan "Chiropractic"

Sahabat, jangan anggap semua masalah tulang belakang adalah persoalan kecil yang bisa diatasi dengan hanya pergi ke tukang urut maupun terapi chiropractic. Jika penanganan tulang belakang tidak dilakukan oleh ahlinya, justru bisa berakibat fatal.

Dokter spesialis orthopaedi-konsultan bedah tulang, Rizal Pohan menjelaskan, sebelum melakukan penanganan pada tulang belakang, pasien harus menjalani pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti ronTgen, CT Scan, dan MRI. Setelah didapatkan diagnosis terhadap tulang belakang, barulah dokter dapat menentukan langkah selanjutnya.

“Penyakit tulang belakang ada yang bisa dilakukan tindakah dengan operasi atau cukup makan obat-obatan, maupun fisioterapi saja bisa sembuh. Pasien saraf kejepit, 95 persen bisa sembuh dengan sendirinya, hanya lima persen yang butuh operasi,” ujar Rizal saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/1/2016).

Pemeriksaan menyeluruh sangat diperlukan, apakah pasien memiliki kelainan tulang belakang. Misalnya, untuk kasus pasien yang memiliki tulang belakang bengkok atau skoliosis, tentu tidak bisa sembarangan ditangani dengan cara diurut untuk meluruskan tulang.
Atau untuk kasus kifosis, yakni tulang belakang yang melengkung, juga perlu penanganan dengan hati-hati. Apalagi jika ada masalah tulang belakang bagian leher, seperti tulang yang menunduk.
“Daerah leher bisa fatal, di leher itu ada saraf otak. Jika dipaksa atau leher diputar-putar, bisa patah tulang belakang atau sarafnya sehingga menyebabkan kelumpuhan, hilang kesadaran,” terang Rizal.

Chiropractic sendiri merupakan metode mengatasi nyeri punggung tanpa tindakan operasi maupun obat-obatan. Chiropractic mirip dengan pijat, karena hanya menggunakan tangan terapis atau instrumen tambahan.

Namun, tak semua pasien yang mempunyai masalah tulang belakang aman menjalani terapi ini, khususnya pasien yang perlu tindakan operasi untuk mengatasi masalah tulang belakang.

Terapi chiropractic ini sedang ramai menjadi pembahasan di media social, karena kasus meninggalnya seorang wanita setelah melakukan terapi ini.

Sumber : Kompas Health
Stay cool in http://newmasgun.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar