Kamis, 04 Februari 2016

25 Profesi TI yang paling di minati dan dicari

Situs jejaring profesional LinkedIn mengungkap 25 pekerjaan di bidang teknologi dan informasi (TI) yang paling banyak dicari selama tahun 2015. LinkedIn berharap daftar tersebut bisa dijadikan panduan untuk mencari pekerjaan di bidang TI pada tahun 2016 ini.

"Kami melihat jenis pekerjaan ini masih banyak dicari perusahaan pada akhir tahun 2015. Maka, kami berharap pekerjaan tersebut juga masih banyak dibutuhkan pada awal 2016," ujar Sohan Murthy, Research, Data Analytics, and Strategy at LinkedIn.

"Jika memiliki keterampilan di bidang tersebut, besar kesempatan Anda direkrut perusahaan baru," imbuh Sohan dikutip KompasTekno dari blognya di LinkedIn, Jumat (22/1/2016).

LinkedIn membuat daftar pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan selama 2015 tersebut berdasarkan negara (Indonesia tidak termasuk) dan secara global. Di tingkat global, pekerjaan menyangkut komputasi awan menjadi yang pertama. Sementara itu, jenis pekerjaan marketing dan manajemen menjadi pekerjaan yang semakin tinggi kepopulerannya, naik dari peringkat kesembilan pada tahun lalu ke peringkat ketiga.

Jumat, 15 Januari 2016

Teknologi "Chip" Retina Bikin Tunanetra Bisa Melihat

 
Bagaimana jika kebutaan bisa diobati semudah menyalakan lampu? Itulah yang sedang diusahakan lewat sebuah penelitian oleh tim dokter di Oxford Eye Hospital, Inggris.
Mereka berusaha mengembalikan pengelihatan kepada tunanetra dengan memakai teknologi “bionik”. Caranya adalah dengan menanam chip analog di bagian belakang bola mata.
Sebagaimana dirangkum Nextren dari Geek, Kamis (14/1/2015) chip ini berfungsi menangkap cahaya lalu meneruskan sinyalnya ke otak, mirip peran retina mata.
Chip tersebut dipasangkan dengan mikroprosesor pengolah data yang ditanam di kulit di balik telinga. Prosesorlah yang mengirimkan sinyal listrik hasil tangkapan chip ke syaraf optik untuk dibaca oleh otak menjadi bentuk visual.

Rabu, 13 Januari 2016

berhatilah, 13 Aplikasi dari Google Play Store Ini Berisi Malware

Sahabat, aplikasi sebenarnya bisa menyenangkan dan membantu pengguna berbagai perangkat pada sistem operasi baik Android, iOS, BlackBerry atau yang lainnya. Tetapi ternyata tidak semua aplikasi semuanya baik tetapi ada pula yang disusupi malware untuk tujuan tertentu mematai pengguna juga membuat perangkat menjadi lemot atau rusak.

Oleh karena itu Google sebagai pemilik toko aplikasi Google Play Store tidak tinggal diam tentang keberadaan beberapa aplikasi yang berisi malware tersebut. Tiga belas aplikasi dihapus dari Google Play Store adalah bagian dari rantai malware yang disebut Brain Test (Uji Otak).

Aplikasi ini tampak tidak hanya berbahaya bagi pengguna dan sistem operasi Android itu sendiri, tetapi juga untuk melakukan hal-hal yang mengerikan seperti dapat menginstal sendiri dengan mendapatkan akses root perangkat tersebut.

Aplikasi ini juga membantu menginstal aplikasi yang terinfeksi malware lainnya pada perangkat yang sama, tanpa sepengetahuan pemilik ponsel. Ketigabelas aplikasi ini adalah game atau permainan yang menyenangkan sehingga sangat mudah bagi pengguna menemukan dan menggunakannya.

Minggu, 10 Januari 2016

Faktor Penyebab banyak uban di usia muda

Sahabat, tumbuh uban di rambut identik dengan menuanya seseorang. Umumnya, rambut beruban mulai muncul pada usia 30-an. Namun, ada beberapa wanita yang mulai banyak beruban pada usia 20-an.

Associate Professor dari NYU School of Medicine, Roshini Rajapaksa menuliskan, rambut beruban berhubungan dengan etnis seseorang. Pasalnya, etnis Kaukasian cenderung akan mengalami rambut beruban lebih cepat dibanding orang Asia dan Afrika-Amerika.

Riwayat keluarga juga bisa menjadi alasan mengapa seseorang tumbuh uban lebih awal."Anda bisa bertanya pada orangtua, kakek-nenek, kapan pertama kali rambut mereka mulai terlihat abu-abu,"tulis Roshini.

Selain itu, faktor gaya hidup dan lingkungan juga menjadi penyebab rambut mulai banyak tumbuh uban lebih awal, seperti merokok, sering terkena sinar ultraviolet, dan polusi udara.

Dalam beberapa kasus, meski jarang terjadi, beruban lebih awal bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan. Penyakit itu antara lain, vitiligo atau kondisi kulit yang kehilangan pigmentasi, anemia pernisiosa, yaitu ketika tubuh sulit menyerap vitamin B12, dan masalah kelenjar tiroid.

Jumat, 08 Januari 2016

Jangan Sembarangan Atasi Masalah Tulang Belakang dengan "Chiropractic"

Sahabat, jangan anggap semua masalah tulang belakang adalah persoalan kecil yang bisa diatasi dengan hanya pergi ke tukang urut maupun terapi chiropractic. Jika penanganan tulang belakang tidak dilakukan oleh ahlinya, justru bisa berakibat fatal.

Dokter spesialis orthopaedi-konsultan bedah tulang, Rizal Pohan menjelaskan, sebelum melakukan penanganan pada tulang belakang, pasien harus menjalani pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti ronTgen, CT Scan, dan MRI. Setelah didapatkan diagnosis terhadap tulang belakang, barulah dokter dapat menentukan langkah selanjutnya.

“Penyakit tulang belakang ada yang bisa dilakukan tindakah dengan operasi atau cukup makan obat-obatan, maupun fisioterapi saja bisa sembuh. Pasien saraf kejepit, 95 persen bisa sembuh dengan sendirinya, hanya lima persen yang butuh operasi,” ujar Rizal saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/1/2016).

Pemeriksaan menyeluruh sangat diperlukan, apakah pasien memiliki kelainan tulang belakang. Misalnya, untuk kasus pasien yang memiliki tulang belakang bengkok atau skoliosis, tentu tidak bisa sembarangan ditangani dengan cara diurut untuk meluruskan tulang.
Atau untuk kasus kifosis, yakni tulang belakang yang melengkung, juga perlu penanganan dengan hati-hati. Apalagi jika ada masalah tulang belakang bagian leher, seperti tulang yang menunduk.

Hati-hati, Pilihan Universitas Pengaruhi Masa Depan Anda

Sahabat, pernah Anda mendengar mahasiswa atau alumni perguruan tinggi mencurahkan kekecewaannya karena merasa salah memilih jurusan atau universitas?

Kerap terjadi, orang menekuni bidang pekerjaan yang sama sekali tidak berkaitan dengan latar belakang pendidikannya. Sebagian berhasil, namun ada juga di antara mereka yang belum menemukan passion-nya.

Perlu disadari, pendidikan yang dienyam selama empat tahun di bangku kuliah akan memengaruhi kehidupan sosial dan profesional hingga puluhan tahun ke depan. Karena itu, Anda perlu jeli memilih institusi pendidikan yang tepat dan sejalan dengan rencana masa depan.

Hal apa saja perlu dipertimbangkan :

1. Sesuaikan minat dan bakatSetiap orang tentu punya minat dan bakat tersendiri. Namun, terkadang pengaruh teman, orang tua, atau orang terdekat lebih banyak masuk sebagai pertimbangan.
Untuk itu, hal pertama perlu dipertimbangkan adalah cita-cita dan tujuan hidup Anda. Temukan kedua hal itu karena sangat penting, mengingat tiap perguruan tinggi memiliki keunggulan masing-masing. Jika bercita-cita menjadi ahli komputer, misalnya, carilah perguruan tinggi yang telah mencetak ahli-ahli komputer berkualitas.