Kamis, 21 Oktober 2010

Hipotesis Mahasiswa Mengalahkan Profesor


Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya ?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Sahabat, tahukah siapa mahasiswa itu ??
Dialah Gunawan eh salah he he..., dialah Albert Einstein. Keren ya.

Stay cool in http://newmasgun.blogspot.com

Baca Juga :
- Fakta Ilmiah gajah Takut Semut
- Puasa Bikin Panjang Usia
- Akses telepon Murah Via Gmail
- Kiamat 2012 ? Yahudi pun tertawa
- Istimewanya Air Zam - zam
- Rahasia Segitiga Bermuda


Selasa, 19 Oktober 2010

Renungan: Menjauhi Penyakit hati


Sahabat ada sebuah kisah semoga bisa menjadi renungan buat kita bersama agar lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga kebersihan hati, Suatu hari seorang laki-laki menemui Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku." Lalu Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu marah!" Beliau mengulanginya berkali-kali, lalu bersabda, "Janganlah kamu marah." (HR Bukhari)

Hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA di atas berisi wasiat Rasulullah kepada umatnya agar menjauhi berbagai penyakit hati, seperti marah, dendam, iri, serta dengki kepada sesama. Ada dua jenis penyakit yang senantiasa melekat pada tubuh manusia, yaitu penyakit fisik dan penyakit hati.

Penyakit fisik terkadang mendapat perhatian lebih ketimbang penyakit hati. Padahal, penyakit hati pun berpotensi menimbulkan efek yang luar biasa. Banyak yang tak menyadari bahwa penyakit hati merupakan sesuatu yang berbahaya.

Berbeda dengan penyakit fisik yang kasat mata dan dapat dirasakan, penyakit hati justru tersembunyi. Meski tak terlihat, penyakit hati akan melahirkan gangguan psikologis yang berpengaruh pada kesehatan fisik. Salah satu penyakit hati yang sering kali muncul pada seorang manusia adalah dendam.

Dendam merupakan kumpulan marah dan amarah yang bisa menggerogoti kebersihan hati. Seorang yang menyemai dendam dalam hatinya, tak akan mengalami ketidaktenangan diri, sebelum kemarahannya terlampiaskan. Sering kali orang mengabaikan penyakit hati ini. Padahal, tidak sedikit masalah yang besar lahir justru berawal dari penyakit hati ini.

Ada dua dampak yang akan dialami oleh orang-orang yang memiliki penyakit hati.
- Pertama, orang yang memiliki penyakit hati, ketika menguasai ilmu, maka ilmunya tidak bermanfaat dan tidak menjadikannya lebih dekat kepada Allah SWT.
- Kedua, tidak bisa fokus atau khusyuk dalam beraktivitas. Dalam menjalankan ibadah, misalnya, tidak bisa mengkhusyukkan hatinya sehingga tidak bisa menikmati keajaiban amalan ibadah yang dilakukannya.

Ketika hati sudah sakit dan rusak, maka sangat sulit bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sang Khalik menciptakan hati pada diri manusia sebagai tempat bersemayam diri-Nya. "Langit dan bumi tidak dapat meliputi-Ku, hanya hati yang dapat meliputi-Ku,'' demikian bunyi salah satu Hadis Qudsi.

Hadis itu menunjukkan betapa hati memiliki fungsi yang penting untuk mengenal, mencintai, dan menemui Allah SWT. Hati yang berpenyakit ditandai dengan tertutupnya mata batin dari penglihatan-penglihatan ruhaniah. Manusia tak akan menemukan kepuasan dan kebahagiaan puncak, jika hatinya tertutup berbagai penyakit hati.

Hanya dengan selalu bertobat, berzikir, dan mengerjakan berbagai amalan ibadah dan aktivitas yang sesuai syariat-Nya, hati ini akan bersih. Sesungguhnya hati ini adalah taman yang harus senantiasa dibersihkan dan ditata.

"Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, dan sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. Dan dalam dirimu ada hati, yang seharusnya menjadi taman yang engkau sediakan bagi-Ku." (Hadis Qudsi).

Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa jadi renungan kita bersama khususnya saya pribadi.

sumber : Republika Online
Stay Cool in http://newmasgun.blogspot.com

Baca Juga :
- 7 Golongan yang dinaungi Allah
- Cerita Hikmah : Anak Kecil Penjual Kue
- Kisah hikmah : Ikan Sapu - sapu
- Penerbangan Gratis Layanan 24 Jam
- Cerita Hikmah : Tangisan Sang Gadis Kecil



Selasa, 05 Oktober 2010

Fakta Ilmiah Gajah Takut Semut


Sahabat, benarkah gajah takut dengan semut ketimbang tikus?
Demikian pertanyaan menggelitik yang memancing peneliti menelusuri kebenaran itu. Menurut cerita versi kartun Disney, gajah takut tikus karena hewan pengerat itu meneror hati sang gajah.

Namun, sebenarnya musuh utama gajah lebih kecil dari tikus, yakni semut. Gajah ternyata sangat ngeri dengan semut he ...he.....

Berdasar kisah di savana Afrika, semut berhasil menakuti gajah dengan memasuki belalai mereka yang sensisitif. Ini berawal dari temuan berupa koloni semut pengawal yang menduduki tanaman guna mencegah terinjak oleh gajah.

Dr Todd Palmer, Kepala Pusat Riset Mpala, Kenya dan Universitas Florida cerita gajah dan semut ibarat legenda Daud dan Goliath. Menurut dia, semut berhasil menakuti gajah dengan menduduki pohon.

Berkat itu pula, semut turut mempengaruhi ekosistem dimana mereka tinggal."Koloni semut memiliki berat masing-masing 5 mg. Dengan berat koloni seperti itu membuat pohon terlindungi dari binatang berukuran satu milyar lebih berat. "Ini merupakan salah satu contoh bagaiaman hal-hal kecil mempengaruhi dunia," kata dia seperti dikutip dari Dailymail, Jum'at (3/9).

Ketakutan gajah dengan tikus telah lama menjadi kisah utama serial Dumbo, kartun klasik Disney era 1940-an. Seiring sejalan, para pakar mempertanyakan kebenaran ketakutan gajah terhadap tikus.

Sedangkan cerita ketakutan gajah dan semut berawal dari riset yang dilakukan Palmer dan koleganya ketika keduanya melihat beberapa ekor gajah berlari menghindari pohon Akasia. Ketakutan gajah yang disaksikan Palmer saat itu ibarat anak-anak yang lari ketika disodori sayuran hijau brokoli.

"Sepertinya gajah tidak menyukai gerombolan semut masuk ke dalam belalainya. Perlu anda tahu, belalai gajah merupakan organ yang luar biasa. Namun, gajah tak berani menggunakan belalainya untuk menghancurkan koloni semut," ujarnya.

Berangkat dari temuan itu, Palmer menyimpulkan koloni semut telah membantu mencegah penggundulan hutan dan melindungi tanaman langka di Afrika."Masalah utama hutan di Afrika Timur adalah perusakan yang dilakukan gajah, Karena itu pula gajah banyak diburu dan dibunuh," ujarnya.

Baca Juga :
- Bulan Kembar di pertengahan Ramadhan 1431 H
- Kucing Yang Dipenjara Tentara Israel Karena Membantu tahanan Palestina
- Puasa Bikin Panjang usia
- 10 Kisah Orang Bodoh yang Sukses






Sumber Republika.co.id
Stay cool in
http://newmasgun.blogspot.com