Jumat, 28 November 2014

Radiasi Wi-Fi Bisa Mengganggu Kesehatan ?

Sahabat, bagi banyak orang, adanya  Wi-Fi gratis sangat bermanfaat. Sejumlah hotel, restoran, hingga taman kini menyediakan layanan Wi-Fi. Namun, adanya Wi-Fi di banyak tempat justru membuat wanita di Inggris,  Mary Coales (63) khawatir.

Mary mengaku mulutnya merasa linu ketika dekat dengan pancaran Wi-Fi. Ia percaya telah menderita sindrom intoleransi hipersensitivitas elektromagnetik (electromagnetic hypersensitivity intolerance syndrome/EHS).

Banyak yang percaya bahwa radiasi dari Wi-Fi meskipun tidak terlalu tinggi mampu menyebabkan sakit kepala, lesu,dan mual  hingga kesulitan bernapas, bahkan kelumpuhan. Mereka juga takut radiasi dapat menyebabkan kanker, penyakit autoimun, dan gangguan saraf dalam jangka panjang.

Selasa, 25 November 2014

Mengurangi Stres & Depresi Dengan Kebiasaan Berbagi

Sahabat, ada orang yang merasa rasa stresnya akan berkurang setelah ia makan, atau baru merasa bahagia jika ia bisa memiliki gadget terbaru dan berlibur ke negeri impian. Padahal, kebahagiaan juga bisa didapatkan dengan cara berbagi kepada orang lain.

Dalam buku Give & Take yang ditulis oleh profesor Adam Grant, ia memaparkan konsep “membantu orang dalam 100 jam”. Menurutnya, meluangkan waktu selama 100 jam dalam setahun, atau rata-rata 5 menit sehari untuk membantu sesama manusia, dapat menimbulkan rasa kebahagiaan dan mengurangi rasa depresi dan stres.

Psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan bahwa ketika kita bisa menolong seseorang atau membahagiakan orang lain maka rasa bahagia muncul secara otomatis dalam diri kita.